|
|
Jilid 1 :
Berawal di Kopeng
|
|
|
|
Sebuah
kisah cinta dari negeri sipoet yang merupakan kisah cinta yang nyata adanya
yang terinspirasi dari kisah cinta dari sang penulis. Kisah ini hadir dari
sebuah keinginan dari penulis untuk menceritakan kisahnya dalam sebuah dongeng
cinta serta adanya keinginan untuk memberikan sesuatu yang berbeda untuk
seseorang yang dicintai dan disayangi oleh penulis sebagai hadiah karena telah
menemani dalam hidup penulis baik dalam kondisi bahagia maupun sedih yang telah
berjalan selama satu tahun ini dari mulai dari saat perikraran mereka untuk
saling mencintai dan menyayangi di dalam sebuah musholla setelah melakukakan
jamaah shalat dhuzhur dan pada saat itu juga pertama kalinya penulis menjadi
seorang imam dalam shalat yang belum pernah dilakukan sebelumnya selama hidup
penulis selain saat itu pada tanggal 1 januari 2011 ( 1/1/11 ) sampai dengan sekarang ini tanggal 1 Januari
2012 ( 1/1/2012 ).
Pertemuan mereka ,,,,,
Putri
Jilbab sebenarnya temen lama dari Pangeran sipoet, dahulu mereka pernah jadi
teman satu kelas waktu sama – sama bersekolah di kerajaan Mranggen sewaktu
mereka masih berumur belasan tahun.
Pada
waktu tingkat VII mereka berada pada satu kelas dan disinilah kisah cinta ini
mulai tumbuh tetapi karena mereka masih anak - anak jadi cinta itu hanya berada
dan tumbuh subur didalam hati mereka. Si putri jilbab yang tomboy hanya
memendam rasanya kepada pangeran sipoet tanpa memberikan sinyal – sinyal
cintanya sedangkan pangeran sipoet yang pendiam hanya bisa curi – curi pandang
memendangi sang putri. Sebab itulah masing – masing dari mereka hanya bisa
saling mencintai dalam hati saja ,,,,
Hahahahahahah……
Lucunya
masa kanak – kanak mereka itulah yang banyak orang menyebutnya dengan kata “ MONKEY OF LOVE “ alias cinta monyet.
Seusai
lulus dari sekolah tersebut mereka berpisah selama bertahun – tahun tidak ada
komunikasi sama sekali. Si pangeran yang melangla buana keliling dunia melanjutkan
studi ke negeri Semar , kemudian merantau ke negeri Jaya karta serta mengarungi
samudera ke Kerajaan Toraja sedangkan Si putri Jilbab melanjutkan studynya
dikerajaan Puding dan di padepokan Sultan Agung dengan berliku – liku kisah
hidup dan kisah cinta mereka masing – masing. Mereka yang pernah mengalami
banyak kisah cinta dengan pangeran dan putri lain yang berasal dari berbagai kerajaan,
si putri yang pernah menjalin hubungan dengan pangeran kodok dari kerajaan
Pudding dan setelah itu dengan pangeran cicak dari kerajaan Wali songo,
sedangkan kisah cinta si pangeran pernah menjalin hubungan dengan putri Angsa
dari kerajaan Surakarta setelah itu dengan putri Salib dari kerajaan Tingkir.
Tetapi mereka belum menemukan cinta mereka. pada saat mereka sendiri tanpa
menjalin hubungan dengan siapapun, Si putri Jilbab tiba – tiba iseng
mengirimkan surat singkat kepada Pangeran Sipoet, karena pangeran Sipoet tidak
mengetahui dari siapa karena asing bagi pangeran ya dibiarin saja tanpa
memperdulikannya. tetapi terlalu sering pesan tersebut dikirimkan. pangeran
sipoet jadi terganggu terus marah akhirnya si putri mengaku kalau dirinya si putri
Jilbab.
Setelah
kejadian tersebut mereka menjadi dekat lagi dan saling cerita – cerita masa
lalu dan selama bertahun – tahun tidak ketemu kemana aja dan ngapain aja mereka
tak berhenti – henti saling cerita. Berbulan – bulan mereka tidak pernah ketemu
hanya lewat pesan – pesan saja, akhirnya pada suatu ketika sang pangeran pengen
ketemu dengan putrid tapi putri selalu tidak bisa karena kesibukanya, setelah
saling menemukan hari untuk ketemu merekapun saling ketemu ternyata hari itu
pas hari 1 suro dimana menurut kepercayaan rakyat kerajaan mranggen adalah hari
syakral dimana rakyat – rakyat pada melakukan adat kebudayaan mereka yaitu
puasa pada hari itu tanggal 1 suro, untuk putri Jilbab berpuasa sunnah sudah
terbiasa sedangkan untuk pangeran sipoet tidak pernah melakukan puasa sunnah
dia hanya melakukan puasa wajib saja.
Di
malam 1 suro yang agak seram dan kepercayaan rakyat Mranggen melakukan lek –
lekan yaitu tidak tidur dimalam tersebut sampai pagi. Tiba – tiba pangeran
sipoet bosen sendiri aja bengong lalu terbesit dalam fikiranya untuk
menghubungi putri Jilbab.
Tuuuut…tuuuut…tuuut…
begitulah bunyi nada tunggu dari telepon putri Jilbab, beberapa menit
kemudian diangkatlah telepon dari
pangeran sipoet oleh putri Jilbab.
Putri Jilbab : Assalamualaikum….
Pangeran Sipoet : Wlalaikum Salam..(
dengan senang sambil agak deg – degan pula )
Putri Jilbab : iya kenapa malam – malam
begini telepon ?
Pangeran Sipoet : iya nggak apa – apa kok Cuma cari temen
ngobrol aja malam – malam 1 suro gini bengong sendiri ntar malah kemasukan
setan…hahahaha ( begitulah sang Pangeran Sipoet orangnya suka becanda )
Setelah lama
berbincang – bincang ngalor ngidul tidak jelas dan penuh basa – basi akhirnya
sang Pangeran Sipoet serius juga ngobrolnya.
Pangeran Sipoet : eh Putri besok kan hari libur tanggal 1 suro
bagaimana kalau besok kita ketemuan dan terus kita jalan – jalan ?
Putri Jilbab : emangnya mau kemana dan siapa saja ? ( biasa
sang putri selalu harus jelas )
Pangeran Sipoet : y kemana sajalah putri yang penting jalan –
jalan. Kita berdua saja putri, emang mau sama sapa lagi putri?
Putri Jilbab : hah Cuma kita berdua saja? Tidak mau, kita
kan masih belum muhrim jadi tidak bagus diliat orang ntar, gimana kalau bareng
sahabat putri? ( begitulah putri Jilbab yang selalu takut sama pemikiran orang
lain )
Karena mereka berdua
berbeda pemikiran, sang putri pengenya kalau
pergi harus sahabatnya ikut sedangkan sang pangeran pengennya berdua
saja timbulah perselisihan diantara mereka. Kemudian pangeran memutuskan
sesuatu.
Pangeran Sipoet : yawudah kalau begitu kita tidak usah ketemu
saja ( dengan nada agak tinggi karena agak jengkel sama putri )
Putri Jilbab : luh kok malah marah pangeran? ( dengan santainya merasa tidak bersalah sama
pangeran )
Pangeran Sipoet : ambuh putri putri males ah tidak jadi ketemu
saja selalu banyak alasan dan syarat kalau mau diajak ketemu, harus ada
muhrimlah, harus bareng – barenglah, harus ini harus itu. Hufh banyak
aturannya.
Putri Jilbab : kan harus begitu ajaran agama kita
mengajarkan.
Pangeran Sipoet : apa kamu putri takut kalau pangeran apa –
apain? Hufh g bakalan pangeran ngapa – ngapain putri. Kalau kagag percaya besok
KTP pangeran tinggal dikerajaan putri gimana? buat jaga – jaga kalau pangeran
macam – macam.
Setelah pangeran
Sipoet menyakinkan putri Jilbab, akhirnya putri Jilbab memenuhi permintaan pangeran Sipoet.
Putri Jilbab : yaudah besok kita ketemuan tapi pangeran
harus jemput putri dikerajaan jati
kusuma.
Pangeran Sipoet : beneran putri? ( senang banget pangeran sambil
senyum – senyum sendiri persis kayak orang gila )
Putri Jilbab : iya pangeran…. Tapi besok putri kan puasa
pangeran juga puasa y?
Pangeran Sipoet : walah putri pangeran tidak pernah puasa
sunnah..
Putri Jilbab : y makanya mulai besok ikut puasa.
Pangeran Sipoet : kalau putri saja yang puasa pangeran tidak
usah gimana?
Putri Jilbab : yaudah kalau pangeran tidak mau ikut puasa y
tidak jadi aja ketemu..
Pangeran Sipoet : luh luh luh jangan gutu dong putri. Y y
pangeran besok ikut puasa juga. Yaudah sekarang kan sudah malam kita tidur dulu
aja biar besok bisa bangun pagi biar kita bisa jalan – jalan putri.
Putri Jilbab : oke pangeran.. selamat malam pangeran.
Wassalamualaikum
Pangeran Sipoet : walaikum salam putri … selamat malam juga
putri.
Merekapun
malam itu tidur sangat nyenyak sekali sampai – sampai lupa bangun untuk sahur.
Pagi
itu merupakan pagi yang indah dan cerah secerah hati pangeran Sipoet yang sudah
menanti berhari – hari saat indah ini yaitu saat ketemu dengan putri Jilbab.
Begitu pula burung – burung pun bernyanyi dan menari dipohon – pohon kerajaan
sipoet, rumput – rumput kerajaan juga tidak mau ketinggalan mereka ikut menari
dipekarangan istana, serta mentari juga tersenyum lebar melihat kebahagian
diIstana sipoet.
Jam
istana menunjukan jam 06.00 pangeran pun bergegas untuk siap - siap mandi, bersih – bersih, berdandan dan
sebagainya, hal seperti ini sebenarnya bukan diri dari pangeran sipoet karena
kebiasaanya jam segitu pangeran masih tidur nyenyak dikamar mewahnya.
hahahahaha……..
(
pangeran pangeran malas banget sih bangun pagi…dasar pemalas…..!! )
Sesudah
jam istana berdenting 9x pangeran pun berangkat menuju kerajaan jati kusuma,
karena sebelumnya pangeran belum pernah kesana pangeran pun kesasar. Jeleknya
lagi putri Jilbab sudah tahu kalau pangeran melewati didepan kerajaan eh malah
dibiarin kagag dipanggil…hufh. ( agak jengkel juga pangeran sipoet ). Namun
karna pangeran sudah bertekat untuk ketemu putrid, pangeran tidak kehilangan
akal dia bertanya pada seorang ibu – ibu yang sedang asyik berbincang – bincang
disekitar kerajaan.
Pangeran Sipoet : permisi ibu – ibu saya
dari negeri sipoet mau Tanya dimanakah kerajaan jati kusuma berada ? ( agak
gerogi si pangeran maklumlah pangeran kan jarang keluar dari Istana sipoet jadi
jarang bergaul dengan dunia luar apa;agi sama orang yang lebih tua )
Ibu – ibu : iya nak disinilah kerajaan
jati kusuma.
Pangeran
Sipoet : kalau mau ketemu putri Jilbab dimana y bu..?
Ibu – ibu : owgh mau ketemu putri Jilbab
tho.. pangeran kelewatan disana yang ada padepokan warna hijau putri Jilbab ada
disana.
Pangeran Sipoet : oiya bu… terimakasih
banyak bu..
Ibu – ibu : iya , sama –sama nak…..
Pangeran
pun segera menuju kesana menuju tempat yang ditunjukan ibu – ibu tadi. Disana
putri juga sudah menunggu dari tadi dengan mengenakan baju putih lengkap dengan
jilbab putihnya.
Pangeran
sipoet : tok… tok…tok… Assalamualaikum…
Putri
Jilbab : walaikum salam… silahkan masuk pangeran dan silahkan duduk
Pangeran
Sipoet : tadi sudah lewat sini kenapa tidak memanggil putri ? jadi kan nggak
bakalan kesasar tadi.
Putri
Jilbab : biarin salahnya tidak pelan – pelan langsung bablas aja terus ( sambil
senyum manis sambil mengejek pangeran sipoet )
Pangeran
Sipoet : hah tu kan bisa – bisanya putri aja mengelak…mau ngerjain dulu mesti.
Untung aja ada ibu – ibu tadi disana jadi bisa sampai sini.
Putri
Jilbab : nggak kok pangeran beneran nggak salah maksudnya…hehehehe ibu – ibu
yang disana? Itu salah satunya ibu putri pangeran.
Pangeran
Sipoet : hah ibu kamu putri ? ( pangeran kaget )
Ternyata
bener juga kata putri Jilbab tadi tidak
lama kemudian salah satu dari ibu tadi pulang ke istana jati kusuma menghampiri
mereka yang sedang asyik berbincang – bincang tadi, pangeran pun merasa malu
banget ternyata ibu dari putri Jilbab. tidak lama kemudian mereka berpamitan
kepada ratu untuk minta izin keluar jalan – jalan ratu pun memberikan izin
kepada mereka. Akhirnya mereka jalan – jalan.
Pada
saat dijalan sambil berbincang – bincang ringan pangeran bingung mau mengajak
jalan – jalan kemana putri Jilbab tadi.
Pangeran Sipoet : putri mau jalan –
jalan kemana ? ( karena pangeran bingung sudah tidak ada inspirasi lagi )
Putri Jilbab : luh kan yang ngajak jalan
- jalan pangeran kenapa Tanya putri ?
Pangeran
Sipoet : putri pernah ke hutan kopeng ?
Putri Jilbab : oia kesana saja pangeran,
putri belum pernah kesana dan pengen kesana pangeran.
Pangeran Sipoet : yakin putri mau
kesana?
Putri Jilbab : emangnya kenapa pangeran
?
Pangeran Sipoet : ntar putri tahu
sendiri, ayo kita kesana putri…. Cap cus…..!!
Oia saya jelaskan
dulu tentang hutan kopeng, hutan kopeng adalah tempat rekreasi alam berupa
hutan pinus dan air terjun yang berada dikaki gunung merbabu, karena berada
pada ratusan meter diatas permukaan air laut menyebabkan daerah tersebut sejuk,
udara yang segar, dan memiliki hawa yang dingin. Seiring berkembangan jaman
berkembang pula rekreasi tersebut adanya tempat untuk berkemah, rekreasi
petualangan seperti flying fox dll, ada juga pasar buah dan sayuran yang segar
– segar karena baru dipetik dikebunnya tetapi setelah ada banyak penginepan –
penginepan kelas melati di sekitar hutan kopeng membuat pemikiran negative
masyarakat sekitar dan masyarakat sala 3, hal inilah yang tadi di tanyakan dan
diyakinkan oleh pangeran Sipoet kepada Putri Jilbab karena putrid JIlbab masih
tabu dengan hal – hal seperti itu.
Pada saat memasuki
daerah sala 3 terasa hawa dingin merasuki tubuh pangeran dan putri tetapi hal
tersebut tidak terlalu terasa karena di sepanjang jalan mata mereka dimanjakan
oleh pemandangan yang masih hijau dikanan dan kiri jalan, banyak pohon – pohon
pinus, kopi, teh, dan coklat yang menyapa mereka dan jalan yang berliku- liku
seakan – akan menggoyangkan badan mereka dan sambil ditemani rintik – rintik
gerimis selama perjalanaan.
Sesampainya dihutan
kopeng rintik – rintik air hujan bertambah deras ternyata hujan akhirnya
pangeran memutuskan berteduh disebuah musholla di pintu masuk hutan kopeng.
Pangeran Sipoet : untung saja kita sempat berteduh disini
putri.
Putri Jilbab : Alhamdulillah pangeran, jadi kita tidak terlalu basah.
Kemudian mereka
memasuki musholla tersebut karena hujannya bertambah deras kalau diluar masih
terkena air hujan. Di dalam musholla mereka berdua menjadi tambah akrab hal ini
didukung hawa dingin yang ada disana ditambah hujan yang sangat deras sekali.
Putri terlihat duduk sambil memeluk kedua kakinya yang ditekuk dan sesekali
menggosok – gosokan kedua telapak tangannya untuk melawan dinginya kopeng.
Pangeran Sipoet : putri kedingingan? Ini pakai jaket pangeran
saja ( sambil meraih jaketnya untuk dilepas )
Putri Jilbab : tidak usah pangeran ini putri juga ada jaket
jadi tidak terlalu dingin ( dengan menahan tangan pangeran ) pangeran ntar
malah kedinginan.
Pangeran Sipoet : nggak apa – apa putri jaket putri kan tipis
jadi masih dingin kalau jaket pangeran kan lebih tebal.
Karena pangeran tidak
tega melihat putri kedinginan kemudian pangeran menyelimuti tubuh putr dengan
jaketnya dan membungkus kaki putri dengan jaket putri. Sambil menunggu hujan
reda mereka saling bercerita tentang masa – masa sekolah di kerajaan mranggen
dulu, karena pada masa itu mereka masih kanak – kanak sehingga banyak sekali
tingkah mereka yang membuat tertawa dan banyak pula yang membuat malu. Tapi
dengan saling cerita itulah mereka saling mengetahui kalau sebenarnya mereka
dulu saling suka tetapi tidak pernah saling tahu hal ini dikarenakan, putri
Jilbab yang tomboy dan tidak mau mengungkapkannya dan pangeran Sipoet yang
pemalu dan tidak berani dengan seorang wanita.
Sekitar 60 menit
kemudian hujan reda karena sangat asyik mereka mengobrol sampai - sampai tidak
menghiraukan kalau diluar sudah tidak hujan.
Putri Jilbab :
pangeran ternyata hujannya sudah reda.
Pangeran Sipoet : oh
iya, ayo kita keliling melihat – lihat keindahan hutan kopeng ini. ( sambil
bangun dari duduknya )
Tiba – tiba terdengar
suara adzan dari pengeras suara musholla dan putri Jilbab mengajak shalat dulu.
Putri Jilbab : nah
itu sudah terdengar adzan pangeran, bagaimana kalau kita shalat saja dulu baru
kita jalan – jalan ?
Pangeran Sipoet :
yaudah kalau begitu putri, ayo kita shalat berjamaah.
Sesudah shalat
berjamaah mereka jalan – jalan disekitar hutan kopeng, disana mereka melihat
banyak sekali keindahan alam, adanya pasar sayuran yang banyak menjual sayur2an
yang masih segar dan buah – buahan. Disana mereka juga melihat banyak sekali
bunga – bunga yang indah dan warna – warni dan ada pula kebun strawberry yang
bisa dipetik. Tetapi pada saat mereka melewati penginepan –penginepan mereka
ditawarin banyak orang untuk bermalam, hal ini yang membuat takut putri Jilbab
sehingga mengajak pangeran untuk cepat – cepat pulang. Dan Langsunglah mereka
bergegas untuk pulang.
To be continue………………
Begitulah kisah
pertemuan kembali dan pertama kali mereka setelah beberapa tahun tidak ketemu
dan berhubungan. Sesungguhnya penulis ingin menceritakan kisah ini sampai
hubungan mereka pada saat ini sampai 1 tahun hubungan mereka tetapi karena sang
waktu tidak mengizinkan apa boleh buat sampai disini dulu besok kita lanjutkan
lagi.
Dengan adanya kisah
ini penulis berharap dapat menjadi sebuah kenangan sebuah perjalanan kisah
cinta penulis dan berharap pula kisah ini selamanya sampai maut memisahkan
mereka.
Terima kasih y Allah
Engkau telah memberikan hambaMu ini seseorang yang sholechah. Dan terima kasih
mimi engkau masih tetap mau menemani dan selalu setia sama abi sampai saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar